
Sejatinya, kebahagiaan rumah tangga merupakan satu perasaan menyejukkan yang diusung oleh masing-masing pihak terhadap teman hidupnya, yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Maka dari itu, kita bisa merasakan kesan yang ditimbulkannya. Yaitu berupa sikap toleran, hati yang bersih, tidak mengutamakan diri sendiri, santun, dan bermacam-macam lainnya. Rumah tangga tanpa komponen kebahagiaan ini, maka ia akan didera berbagai persoalan dan krisis yang cukup besar. Dan hal ini dampak negatifnya sangat parah sekali, baik bagi kedua pasangan maupun bagi anak-anak mereka dari satu sisi; dan juga bagi masyarakat dari sisi lainnya.
Rumah tangga akan berada dalam atmosfer kebahagiaan selama dibina –dari kerangka dasarnya- di atas landasan takwa. Atau dengan kata lain, pasangan ini mempunyai kualitas agama yang baik. Karena orang yang mempunyai kualitas agama yang baik, ia akan menyayangi kawan hidupnya. Bila ia mencintainya, ia akan memuliakannya. Namun bila ia membencinya, ia pun tidak akan menzhaliminya. Tatkala kematangan manusia dalam agama tergantikan dengan kerapuhan, maka mulailah menyeruak berbagai penyakit hati dan psikis yang menghancurkan, yang membelit keluarga dan rumah tangga. Dan hubungan antara suami-istri pun rentan untuk menjadi hancur dikarenakan berbagai penyakit ini.
Di dalam kehidupan suami-istri, kita menemukan kasus dimana terdapat suami yang tabiatnya kikir, berhati keras, egois, serta tidak bertanggung jawab. Dan sebaliknya pula, kita menyaksikan para istri yang berani mencuri dari suami mereka, berani berdusta, serta mengobral rahasia rumah tangganya kepada orang lain. Ini semua merupakan gejala dari berbagai penyakit hati, yang pangkal sebabnya adalah buruknya akhlak pekerti dan jauh dari agama Allah.
Dewasa ini banyak rumah tangga yang diterpa penyakit-penyakit ini. Bahkan, ada lebih dari satu penyakit yang mendera. Oleh itulah, tak heran jikalau terapi penyembuhannya pun sangat susah. Bahkan ada sebagian rumah tangga yang sejak awal mula dibangun didirikan atas dasar berbagai virus penghancur kebahagiaan keluarga. Dan sudah dapat dipastikan, rumah tangga yang seperti ini akan menemui kegagalan dan kehancuran dalam menjalan bahteranya.
Tak ada upaya untuk memberikan terapi terhadap penyakit-penyakit ini, kecuali dengan cara preventif (menjaga agar terhindar darinya). Dan juga membendung segala faktor yang menjadi penyebabnya dan mengambil pelajaran dari pengalaman dan kondisi yang terjadi pada orang lain, kemudian kita jadikan pelajaran bagi diri kita.
Bertolak dari permasalahan-permasalahan inilah, kami (penulis) mengemukakan kepada pembaca berbagai virus ini. Semua ini dimaksudkan agar kita terhindar dari bahaya yang ditimbulkannya. Tak lupa pula, kami sertakan pula kisah nyata dalam setiap virus yang kami ulas. Di dalamnya sang pemilik kisah tersebut menceritakan apa yang terjadi dengannya dan dampak yang ditimbulkan oleh virus yang menggrogoti kehidupan rumah tangganya tersebut. Setelah itu, tak lupa pula kami berikan resep untuk membentengi dari berbagai penyakit tersebut, dan juga pesan-pesan dari Al-Qur’an dan sunnah Rasul yang terkait khusus dengan hal tersebut. Selanjutnya, kami paparkan pula serangkaian pesan dan nasihat yang dikemas dalam bentuk poin-poin tersendiri untuk mengobati krisis dan problematika ini.
Itu semua kami rangkum dari kehidupan dan pengalaman hidup sebagian orang. Dengan diiringi harapan agar Allah berkenan memperbaiki rumah tangga kaum muslimin dan menjadikannya rumah tangga yang penuh dengan kedamaian dan ketenteraman.
Hanya kepada Allah sajalah kami memohon agar dihindarkan dari kesalahan, dan agar menjaga kita dari tempat kembali yang buruk. Dan segala puji hanya bagi Allah f di permulaan dan juga di penghujungnya.
JUDUL: 40 VIRUS RUMAH KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA
PENULIS: ASMA' KHALIL & AMIR SYAMMAKH
HALAMAN: X+380 Hlm.
HARGA: Rp 60.000,-








